Lebih dari dua dekade jaringan telekomunikasi telah mengadopsi Signaling System No. 7 (SS7) untuk pertukaran control information (signalling) antara network entities.
Jaringan SS7 merupakan urat syaraf yang mengontrol seluruh fungsi dan layanan jaringan, sehingga secara infrastruktur memerlukan kehandalan dalam hal manageability, scalability, dan reliable traffic delivery. Traditionalnya, jaringan SS7 terdiri dari link-link dedicated out of band yang mendukung call-establishment, billing, routing, dan fungsi pertukaran informasi dari PSTN yang berupa kanal 64-kbps bidirectional. Selain fungsi dasar call control, SS7 bertanggung jawab terhadap autentikasi pelanggan, pengiriman trafik message dan fungsi intelijen jaringan seperti number portability dan layanan enhanced calling. Setiap layanan baru yang ditawarkan ke pelanggan memerlukan persyaratan dan beban tambahan pada jaringan SS7.

Migrasi SS7 menuju IP network
Dalam perkembangannya, seperti halnya VoIP pada pengembangan layanan voice, pada signaling juga terdapat konsep Signaling System No. 7 over IP (SS7oIP) dengan SIGTRAN (Signaling Transport) sebagai sistem protokol signaling-nya. Jika pada jaringan tradisonal TDM dikenal suatu node yang disebut STP (signalling Transfer Point) maka pada teknologi SS7oIP dikenal apa yang disebut dengan IP Transfer Point (ITP). Hal ini mengingat perkembangan menuju all-IP-network telah mendorong munculnya konsep/platform baru yang ke depannya akan diarahkan untuk menggantikan jaringan tradisional Time Division Multiplexing (TDM).
Beberapa operator telah menerapkan ITP mengingat beberapa keunggulannya sebagai berikut: (1) memiliki kemampuan variasi skenario jaringan termasuk ekspansi kapasitas STP, upgrade transmisi high-speed link, (2) sebagai platform infrastruktur SS7oIP, platform yang dirumuskan untuk membangun arsitektur jaringan next-generation SS7, (3) penggelaran, fleksibilitas, karakteristik high-availability, dan (4) penghematan CapEx dan operating expenses (OpEX). Kapabilitas platform ITP terhadap kepadatan link dapat mengurangi harga link STP. Ketika link STP TDM digantikan oleh link IP, operator dapat mengurangi biaya fasilitas transmisi sebesar 50% atau lebih.




thank’s a lot bro.., !
nice posting, share ilmu dunks bro… lam kenal yaa
Add A Comment